Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Polres Pekalongan Kota Ungkap kasus kejadian curas

Polres Pekalongan Kota – Sabtu21 Nopember 2013 pukul 09.00 Unit Reskrim Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota telah berhasil mengungkap kejadian pelaku Curas. 

Pelaku kejadian WARUJI (40) Alamat dororejo doro Kab Pekalongan dan SUPARYO (40) Alamat dororejo doro kab Pekalongan

Waktu kejadian jum'at 01 Nopember 2013 pukul 12.00 wib di Kantor UPTD dikbud Buaran, jl. Ry. Kertijayan 739 kec. Buaran Kab. Pekalongan, dengan Korban Sri Haryanti, (52Alamat Ds. Kampil Rt. 14 Rw. 04 Wiradesa kab. Pekalongan. WARUJI (40) masuk keruang Staf dg memakai helm dan cadar serta jaket hitam dan langsung mengancam Maryati (42) dg sajam sejenis bendo kepada Sulastri (53) dileher kiri dan berkata "Diam" kemudian SUPARYO (40) menyusul masuk dg memakai cadar dan jaket sambil berkata "semua diam jangan berbisik" dan langsung merampas HP Nokia milik Sri Haryanti, (52) dgn No telp. 085866237166. Dan memukul wajah Maryati (42) sebelah kiri hingga memar dan jg merampas Hpo milik Maryati (42) dg no telp. 085642664162 dan juga mengambil tas milik Maryati (42) yang di cangklongkan di kursi yang berisi : buku tabungan Bank jateng, An. Maryati (42) KTP An. Maryati (42) Kartu poegawai Elektrik, Kartu Bansos, kartu Bendahara staf, uang tunai 3.5 juta kemudian mengambil HP Sulastri (53). Dg no temp. 087839481651 kemudian kabur dg mengendarai Spm metik warna hitam putih tanpa plat nomor ke arah utara. Atas kejadian tsb Sri Haryanti, (52) mengalami kerugian Rp.5.500.000,-. 

Saat ini pelaku masih dalam pengembangan penyidikan oleh penyidik dari Unit Reskrim Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota di dampingi Kapolsek Buaran Polres Pekalongan Kota dan Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota.
Read More

PNS tewas dirampok

Dua orang PNS UPTD Pendidikan Kecamatan Kesambi Cirebon, tewas ditembak perampok pagi tadi. Perampok berhasil membawa kabur uang Rp 529 juta, yang merupakan gaji guru-guru di Kecamatan Kesambi.

Korban adalah Sutikno 45th dan Rudiman 45th yang merupakan  bendahara UPTD Kesambi. Mereka menjadi korban perampokan saat mengambil uang gaji guru di Bank Jabar-Banten Kantor Kas Rsud Gunung Jati Cirebon, Senin 3/5/2010 sekira pukul 08.00 wib.

Dari hasil keterangan saksi, pelaku mengendarai sepeda motor berboncengan dan mengejar korban yang membawa uang gaji. Karena dikejar korban tidak menghentikan kendaraannya, namun pelaku berhasil menghentikan laju kendaraan korban setelah melepaskan tembakan yang mengenai tubuh korban sehingga jatuh dan tewas.

Hingga siang ini, jenazah kedua korban masih di RSUD Gunung Jati, Cirebon.

Sumber : Kompas
Read More

Polisi Bongkar Sindikat Penipuan

KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya kembali membongkar sindikat penipuan dengan modus klise, yaitu dengan menggunakan ponsel. Polisi menangkap 15 orang di Jalan H Juhri No 12 A RT 5/RW 8 Kelurahan Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (20/4/2010).
"Mereka kelompok penipuan lewat telepon atau SMS (pesan singkat)," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Polda Metro, Kamis (22/4/2010).

Boy menjelaskan, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan warga yang mencurigai rumah itu. Tersangka yang ditangkap adalah HZ, AM, MZ, MH, RS, BS, NS, HS, RSL, ZN, HR, IB, MS, ND, dan DK. Mereka memiliki peran masing-masing mulai dari pimpinan, yaitu HS, operator yang menghubungi korban, hingga operator penerima telepon dari korban.

Barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp 3,4 juta, 32 ponsel berbagai jenis, 24 kartu ATM dan tujuh buku tabungan dari berbagai bank, kartu ponsel dari provider Telkomsel, Flexi, dan Esia untuk menghubungi korban, serta 107 buku berisi nomor-nomor yang sudah dihubungi.

Modus yang digunakan yaitu operator gadungan menghubungi calon korban lalu mengatakan bahwa calon korban mendapatkan hadiah Rp 10 juta. Kemudian, operator meminta calon korban menghubungi suatu nomor telepon. "Mereka menggunakan nomor Flexi sehingga seolah-olah nomor kantor resmi," ungkap Boy.

Kemudian, saat korban menghubungi nomor yang diberikan, operator gadungan meyakinkan calon korban telah mendapatkan uang Rp 10 juta. Operator lalu menanyakan tabungan apa yang dimiliki oleh calon korban dan memerintahkan ke ATM terdekat dengan alasan mengecek kiriman uang.

Setelah di mesin ATM, operator lalu memerintahkan calon korban untuk mengikuti apa yang dia katakan. Tanpa disadari, korban telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening tersangka. "Uang kiriman itu lalu diambil HS pada saat itu juga, kemudian dibagi-bagi ke operator," ungkapnya.
Read More

Poldasu tangkap tersangka teroris

Kepolisian Daerah Sumatra Utara hari Minggu (11/4) menahan enam orang yang diduga terlibat dalam gerakan terorisme di Indonesia.

Keenam pria tersebut ditangkap di wilayah kepolisian Medan Kota oleh patroli jalan raya ketika mobil mereka yang sangat kotor berhenti di posisi yang membuat petugas curiga.

Namun, kata jurubicara Poldasu, Kombes Baharuddin Dja'far kepada BBC Indonesia, tidak ditemukan barang bukti yang bisa dikaitkan dengan kegiatan terorisme.

Baharuddin mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan identitas lengkap para tersangka yang ditahan.
"Masih dalam proses pengembangan, bekerja sama antara Mabes Polri dan Polda Sumatra Utara beserta jajarannya " katanya.

Kapolda Sumatra Utara, Irjen Oegroseno, sebelumnya mengatakan kepada para wartawan bahwa keenam pria tersebut adalah buronan teroris Mabes Polri.
Tentang ini, Baharuddin membenarkan bahwa mereka itu ada dalan DPO (daftar pencarian orang-red) Mabes Polri.
"Namun akan sangat tergantung pada pengembangan yang dilakukan oleh Mabes Polri dan Polda Sumatra Utara," tambahnya.
Ketika ditanya dari kelompok mana para tersangka itu berasal, Kombes Baharuddin juga belum bisa memastikannya. Dia hanya mengatakan mereka adalah pelarian dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam.
"Tentu untuk menelusuri lebih jauh lagi, harus menunggu hasil pemeriksaan tim Polda Sumatra Utara dan tim Mabes Polri," ujar Baharuddin.
Sewaktu ditanyakan apakah ada ciri-ciri pada keenam orang yang ditahan itu yang membuat polisi bisa menjatuhkan sangkaan teroris kepada mereka, Kombes Baharuddin mengatakan bahwa seorang di antara mereka memilki luka tembakan di lengan kiri yang tampak tidak pernah diobati.

Luka tembakan ini diperkirakan dialami orang tersebut ketika terjadi baku tembak antara polisi dan para tersangka teroris di wilayah Aceh pada awal Maret.
"Diidentifikasikan sementara ini pada saat itu terkena tembakan di Nangroe Aceh Darussalam," kata jurubicara Polda Sumut.

Baharuddin menjelaskan lebih lanjut bahwa dari keterangan yang diperoleh, mereka sebagian besar datang dari luar wilayah Aceh.

Ada satu orang yang berasal dari kawasan selatan Sumatra sedangkan selebihnya dari Jawa.
"Lebih banyak dari Jawa dan ada salah satu yang berasal dari Lampung."
Operasi polisi terhadap para tersangka teroris di Aceh belum lama ini
Kombes Baharuddin mengatakan mereka ditangkap karena kepekaan petugas patroli terhadap gerak-gerik para tersangka bersama mobil mereka.
"Ada yang janggal atau aneh pada saat patroli melihat mobil mereka di jalan. Mereka berhenti di tempat yang tidak semestinya," katanya.
Itulah yang membuat perhatian petugas tertarik untuk melakukan pemeriksaan.

Laporan-laporan media menyebutkan keenam tersangka teroris itu ditahan di Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Jalan ini adalah jalan utama di Medan sekaligus jalan lintas Sumatra yang menghubungkan Banda Aceh dan Bandarlampung.

Sumber : BBC 
Read More

Empat Anak Dilempar dari KA

Read More

Mabes Akan Pidanakan Susno

Mabes Polri - Mabes Polri gerah dengan tudingan Komjen Susno Duadji, soal adanya makelar kasus (markus) yang berkantor di antara ruang kerja Kapolri dan Wakapolri. Kadiv Humas Mabes Polri Edward Aritonang menilai tudingan Susno sebagai tindakan melanggar hukum.

“Ini merupakan tindakan melanggar hukum, penghinaan, dan penistaan kepada lembaga Polri dan perwira Polri, termasuk penyidiknya,” kata Edward dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/3). Jumpa pers ini khusus untuk menanggapi tudingan Susno. Hadir dalam kesempatan itu, Wakabareskrim Irjen Pol. Dikdik Maulana dan penyidik kasus Gayus Tambunan, PNS Ditjen Pajak.

Menurut Edward, Mabes Polri sedang menyiapkan langkah-langkah hukum untuk menghadapi tudingan Susno tersebut. Kepada perwira tinggi Polri yang namanya disebut Susno sebagai markus, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk mengambil langkah hukum.

“Untuk itu Polri menyiapkan langkah-langkah, Divisi Pembinaan Hukum meminta pertanggungjawaban atas pernyataan itu. Kepada pati Polri yang disebut namanya oleh Pak Susno, dipersilakan melakukan upaya hukum sendiri, karena namanya telah diserang,” ujarnya.

Brigjen Edmon Ilyas yang namanya ikut dituding Susno, secara resmi melaporkan mantan atasannya tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Edmon melaporkan mantan Kabareskrim tersebut dengan tudingan pencemaran nama baik.

“Ya sudah (dilaporkan), pencemaran nama baik dan fitnah (laporannya),” ujar Edmon usai membuat laporannya di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jln. Trunojoyo Jaksel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam laporan Edmon, Susno dianggap melanggar pasal berlapis. Mulai dari pasal 27 ayat 4 dan pasal 45 ayat 1 UU ITE. Ada juga pasal 310 ayat 1, pasal 311, pasal 319 KHUP.

Dalam laporannya, beberapa barang bukti seperti kutipan-kutipan di media cetak dan elektronik juga ikut dilampirkan. Namun Edmon tidak mengetahui apakah koleganya, Brigjen Raja Erizman juga ikut melaporkan Susno. “Kurang tahu, tanya saja sama penyidik,” ujar Edmon sambil bergegas masuk ke mobilnya.

Propam Mabes Polri sendiri langsung turun tangan memeriksa Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman, serta penyidik yang dituding mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji terlibat kasus markus pajak Rp 25 miliar.

Hasilnya, kedua jenderal itu dan seluruh penyidik belum terbukti terlibat. “Kita sudah memeriksa seluruh penyidik yang namanya disebut Pak Susno terlibat, termasuk Pak Edmon Ilyas juga,” kata Kepala Bidang Penelitian Personel Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Kombes Pol. Budi Wasesa.

Dikatakan, pemeriksaan dilakukan setelah Susno Duadji menyampaikan hal tersebut kepada media. “Kami dari Propam langsung meminta keterangan,” ujarnya.

Menurutnya, Propam sangat membutuhkan keterangan dari Susno yang mengatakan ada markus di tubuh Polri. “Kita ‘kan mau tahu apa benar karena kalau sudah bisa menyebut, tentu ada data dan dokumen. Semua ini ‘kan awalnya dari beliau,” kata Budi sambil menegaskan, hasil pemeriksaan dua jenderal dan para penyidik, menunjukkan belum ada bukti mereka terlibat.

Ketika ditanya apakah Susno akan dipanggil paksa jika tidak memenuhi undangan kedua untuk mengklarifikasi tuduhannya, Budi menjawab, Propam akan bertindak sesuai mekanisme yang berlaku. “Nantilah, ada mekanismenya. Kita gunakan prosedur awal dulu,” cetusnya.

Memang Propam berani menindak bintang tiga? “Ya kalau Kapolri perintahkan siapa saja, kita tidak melihat pangkatnya. Kita laksanakan,” kata Budi.

Dalam jumpa pers, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang menyatakan, pihaknya telah memanggil Susno untuk menjelaskan tudingan tersebut pada Kamis (18/3) pukul 09.00 WIB. Namun Susno menolak hadir dengan alasan memenuhi panggilan Satgas Antimafia Hukum. Padahal undangan Satgas pukul 14.00 WIB. “Antara pukul 09.00 - 14.00 WIB (Susno) melakukan jumpa pers di tempat lain,” sesalnya.

Minta Susno ksatria

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi atas keberanian mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Susno Duadji. Tapi selayaknya, Susno juga menyampaikan keterangan ke Polri.

“Susno punya bukti dan fakta hukum merupakan input positif. Kita mengacungi jempol terhadap keberanian Susno. Sebaliknya menyayangkan dengan tidak diimbangi sikap ksatria memenuhi pemanggilan Mabes Polri, supaya dia tidak hanya berani menyampaikan di luar, tapi juga di dalam,” kata anggota Kompolnas Novel Ali.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menangani dugaan markus kasus pajak di Polri. Pemeriksaan akan dilakukan bila ada laporan dari Susno Duadji atau Satgas Antimafia ke KPK.

“Satgas atau Susno melaporkan kepada kita. Kalau hanya omongan saja kita tidak bisa dong, kerjaan KPK banyak,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto di KPK, Jln. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

KPK, lanjut Bibit, bila dilaporkan akan segera melakukan penyelidikan, untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana korupsi. “Iya jelas itu kewenangan kita memeriksa dugaan korupsi,” katanya. (detik.com)**

(sumber: galamedia)
Read More

Kapolri: teroris ancam pejabat

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan pola dan sasaran terorisme di Indonesia sekarang berubah, yaitu lebih fokus kepada serangan bersenjata kepada sasaran yang dianggap berseberangan secara ideologi, termasuk aparat pemerintah.
"Ada perubahan dari mereka, yaitu perubahan pada sasaran. Sasarannya tentu yang dianggap thoghut, kayak kita-kita ini, apakah Polri, TNI, atau aparat pemerintah. Itu sah dijadikan sasaran mereka," kata Kapolri kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, hari Rabu.
Kapolri menjelaskan, pola dan sasaran seperti ini dulu pernah dilakukan para tersangka teroris, tetapi "sekarang mereka lebih fokus kepada pola seperti itu".
Analisa ini menurut Kapolri kepada wartawan di Jakarta hari Rabu ini, didasarkan keterangan anak buah tersangka teroris Dulmatin yang berhasil ditangkap polisi.
Temuan barang bukti belasan senjata laras panjang serta belasan ribu peluru di sebuah lokasi di Aceh yang disebut sebagai tempat latihan kelompok Dulmatin, menurut Kapolri, juga mendasari analisanya tersebut.

Dua tersangka menyerah

Kapolri juga mengungkapkan dua dari tujuh orang tersangka teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang, telah menyerahkan diri di Aceh, Selasa kemarin. Keduanya disebut bernama Marzuki dan Maulana.
Polisi menurut Kapolri juga menyita tiga senjata api genggam dan sebuah M16.
Sejauh ini polisi masih mencari tersangka lainnya yang belum tertangkap. "Hingga saat ini kita masih mengejar, 12 orang lagi yang masuk dalam DPO," ujar Kapolri. DPO adalah Daftar Pencarian Orang yang dianggap masih buronan tindak kriminal oleh kepolisian.

Sumber : BBC
Read More

14 orang sebagai tersangka kasus penganiayaan diduga Dukun Santet

Masih ingat kasus Diduga dukun Santet, Tewas dikeroyok masa , Zaenudin 54th yang tewas setelah dikeroyok oleh massa karena diduga sebagai dukun santet.
 
Sat Reskrim Polres Brebes akhirnya menetapkan 14 orang sebagai tersangka pembunuhan terhadap Zaenudin 54th. Diantara 14 tersangak tersebut terdapat empat orang yang masih berstatus pelajar. Saat ini kesemua tersangka mendekam di tahanan Polres Brebes.
 
Kasat Reskrim AKP Sugeng SH mengatakan, tersangka berhasil ditangkap setelah melalui pendalaman kasus selama kurang lebih satu minggu. Dari hasil penyelidikan pertama kali ditangkap dua orang pelaku yang kemudian berkembang sehingga menjadi 14 orang tersangka. Masing-masing tersangka ditangkap dirumahnya. 
Dijelaskan pula dari hasil pendalaman kasus tersebut ada tiga orang sebagai otak / provokator dari kejadian tersebut yaitu Rukhim 19th, Dede 19th dan Herman 16th.
 
Ke 14 orang tersangka tersebut di kenakan pasal 340 KUHP jo pasal 172 ayat 2 tentang pembunuhan berencana dan penganiayaan yang menyebabkan seorang meninggal.

Read More

DPO LP/90/XI/2009/Sek Pkl Barat

Read More

Diduga Dukun Santet Tewas Dikeroyok Massa

Zaenudin 54th, alamat dk Bojong Niros, ds Legok, Bantarkawung Brebes, tewas setelah dikeroyok oleh warga karena diduga menjadi dukun santet.

Kejadian pada hari Jumat 27/11, saat kecurigaan warga setelah Warsono 35th sakit perut selama beberapa bulan tidak sembuh-sembuh, mereka menduga kalu Warsono kena guna-guna dari korban. Berawak dari itu sekitar 25 orang warga setempat melakukan pengeroyokan dan memukuli korban hingga tewas dengan luka disekujur tubuh korban. Tidak hanya itu rumah korban juga dirusak sehingga istri dan anaknya mengungsi ke rumah keluarganya di cilacap.
Setelah kejadian, jenasah korban dikuburkan ditengah hutan oleh pengeroyoknya.


Kasat reskriml Polres Brebes, AKP Sugeng mengatakan " Kasus ini baru tdilaporkan pada hari sabtu malam". Dari hasil penyelidikan, segera dilakukan pembongkaran kuburan mulai pukul 24.00 wib dan berakhir 03.00 wib dan membawa mayat korban ke RSUD Brebes untuk diotopsi.

Tim Forensik Polda Jateng dipimpin dr Setyo Trisnadi SPF, tiba di kamar mayat RSUD Brebes sekitar pukul 10.45 wib, dan mulai melakukan otopsi jenazah korban sekitar pukul 11.00 wib.

Dari hasil pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan banyak luka. Namun, luka terparah terdapat pada bagian kepala. Luka itu terjadi akibat pukulan benda tumpul.
Read More

Perampokan Nasabah BRI

Perampokan nasabah bank kembali terjadi di depan BRI Kantor Kas Jl Gajahmada Pekalongan 17/11 . Rukun Santoso 42th Pimpinan perwakilan Jamu Jago Pekalongan alamat Jl Elok Perumahan Binagriya Pekalongan tertembak.

Awal mula kejadian saat Rukun Santoso mengambil uang Rp 130 juta yang dimasukkan dalam tas dari BCA Pekalongan untuk disetor ke BRI Jl Gajahmada Pekalongan menggunakan mobik box No. Pol. G-6847-KB. Sesampai di lokasi saat mebuka pintu mobil, tiba-tiba ada 2 orang tak dikenal berusaha merebut tas berisi uang yang dibawanya sehingga terjadi tarik-menarik yang menyebabkan uang berhamburan. Akibatnya salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api dari balik bajunya  dan menembakkannya kearah kaki kirinya, belum puas dengan tembakannya pelaku kembali menembakkan senjatanya kearah dahi korban kemudian mengambil sebagian uang yang tercecer dan melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor kearah barat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri serta dahi, dan saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Rahayu Pekalongan.

Menurut keterangan saksi Dimas Arga 25th pegawai administrasi  BRI Kantor Kas Gajahmada dimana tempat duduknya langsung mengarah kelokasi kejadian, ia mendengar letusan dan melihat korban terjatuh.

Kejadian ini masih dalam penyelidikan jajaran Polresta Pekalongan, Kapolresta Pekalongan AKBP Dr Aris Budiman MSI didampingi Kasat Reskrim AKP Purwanto menjelaskan.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, diperkirakan korban sudah diikuti oleh dua perampok sejak dari BCA. Terbukti, begitu turun dari mobil mereka langsung berusaha merebut tas korban. Pelaku tidak sempat membawa semua uang korban, sedangkan uang yang tertinggal di tempat kejadian sebesar Rp 78.500.000.




Read More

Kasus Bapak banting anaknya

Masih ingat kasus bapak membanting anak kandungnya yang masih berumur 4 bulan tanggal 30/10 lalu? Widiyanto atau biasa dipanggil Wiwit 30th alamat Gamer pekalongan timur adalah pelakunya.

Setelah menjadi buron Sat Reskrim Polresta Pekalongan, akhirnya pekalu dapat ditangkap di Jakarta pada hari minggu 15/11.

Saat ini pelaku masih dalam penyidikan Sat Reskrim Polresta Pekalongan, disamping 2 saksi yaitu Priyono 34th dan Tri Purwanto 23th yang merupakan adik tersangka.


Menurut keterangan tersangka, dia membantah telah membanting anaknya, tetapi istrinya yang tidak mau menrima saat dia menyerahkan Shinta anaknya sehingga terjatuh. Saat itu juga orang tuanya segera membawa Shinta ke rumah sakit. Karena merasa kebingungan dengan kejadian itu akhirnya tersangka kabur ke Tegal.

Sedangkan menurut kesaksian Priyono, saat tersangka di Tegal, dia mengirim SMS yang intinya dia ingin bertemu dengannya. Kemudian, dia segera ke Tegal dan bertemu tersangka  di Pasar Burung. Dalam kesempatan itu tersangka menceritakan kejadian yang sebenarnya dan keinginannya untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Adapun adiknya Tri juga ke Tegal dan memberikan uang serta pakaian.

Kasat Reskrim Polresta Pekalongan AKP Purwanto mengatakan tersangka telah melanggar Pasal 351 ayat 3 KUHP yaitu tentang tindak kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.




Read More

Perampok nasabah BCA tertangkap

Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Tegal, Kamis 5/11 sekira pukul 01.00 wib dapat menangkap salah seorang pelaku penjabretan nasabah Bank BCA yang terjadi Seni 26/10 lalu.

Slamet Haryono
34th, beralamat di perumahan Griya Bahari Sentosa RT 4 / 7, Dampyak Kramat Kabupaten Tegal berasal dari Surabaya dan belum lama tinggal di tegal adalah salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Tegal. Selama ini ia bekerja sebagai tukang parkir di depan toko buku Rakyat jl. P Diponegoro Tegal, sehingga tahu persis seluk beluk aktifitas toko buku tersebut.

Menurut pengakuan tersangka didepan penyidik, saat beraksi dia menggunakan kendaraan Suzuki Smash nopol L-3826-CZ, warna merah metalik  dan bodi belakang berwarna putih metalik setrip kuning. Dia memboncengkan adiknya yang kini masih buron.  Sedangka didepan dia juga memboncengkan anaknya  yang masih duduk dikelas 2 SD.
Sebelum melakukan aksinya, dia sempat membelikan buku gambar seharga Rp 1.500 untuk anaknya di toko buku itu kebetulan dia mendengar informasi  bahwa salah seorang karyawan toko  membawa uang  banyak untuk disetorkan ke Bank BCA di Jl AR Hakim.

Begitu selesai membelikan buku dia bergegas keluar dan melihat karyawan toko dimaksud sedang berjalan ditrotoar dekat pertigaan Gili Tugel, dia langsung memepet korban sedangkan adiknya turun dari sepeda motor dan menyambar tas ransel berisi uang namun gagal karena korban melawan.

Karena situasi kurang menguntungkan, dia dan adiknya dengan anaknya yang masih kecil, tancap gas ke arah selatan dan masuk ke gang samping selatan Jl Merak kemudian  berbelok ke utara masuk Jl Cendrawasih hingga Jl Jenderal Sudirman. Disitu dia menurunkan anaknya dan sepeda motor ditinggalkan dipinggir jalan.

’’Kami menerima laporan beberapa jam setelah kasus penjambretan yang gagal, ada penemuan sepeda motor. Dari penemuan motor inilah, akhirnya pelaku penjambretan dapat diketahui identitasnya. Karena banyak saksi, sepeda motor milik Slamet sering parkir di depan toko buku Rakyat’’ ucap Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu SE.

Terungkap juga kalau aksi tersebut sudah dipersiapkan dengan matang oleh tersangka.  Seperti dengan menyiapkan pisau dan palu serta air cabai yang dibungkus dengan plastik.

Saat ini tersangka masih dalam penyidikan Sat Reskrim Polresta Tegal sedangkan adiknya yang buron masih terus dicari.
Read More

Perampok gagal melakukan aksinya

Empat orang perampok, gagal dalam melakukan aksinya  merampas uang nasabah Bank BCA sebesar Rp 31 juta di siang hari Senin 26/10 sekira pukul 12.00 wib di jl AR Hakim Kota Tegal.

Kawanan perampok gagal melaksanakan aksinya karena korban melakukan perlawanan dibantu oleh masyarakat yang kebetulan melihat kejadian itu.

Kejadian bermula saat seorang karyawan toko  ’’RAKYAT’’ Jl P Diponegoro, bernama Sunahaeni 50th membawa uang sebanyak Rp 31 juta milik Sunarto 58th sebagai pemilik toko yang akan disetorkan ke BCA.

Setiba di Jl AR Hakim kurang lebih 50 meter dari BCA tiba-tiba dari arah utara datang  sepeda motor Honda Mega Pro warna hitam dan Yamaha Jupiter Z warna merah metalik,  dan salah satu pembonceng sepeda motor mega pro menyambar tas ransel yang berisi uang.

Namun karena kuatnya tangan korban memegang tas, membuat pengendara mega pro kesulitan dan oleng sehingga menyebabkan korban jatuh. Walaupun jatuh terseungkur di aspal namun korban sempat berteriak-teriak minta pertolongan pada pengguna jalan yang kebetulan ramai.

Mengetahui aksinya diketahui oleh masyarakat yang berdatangan, pelaku langsung melarikan diri dengan berpencar, sementara itu uangyang dimasukkan dalam tas berserakan dijalan.

Setelah menrrima laporan, sejumlah personel Unit Resmob dan Unit II Satreskrim dipimpin Aiptu Yasana melakukan pengejaran, namun tidak menemukan jejak pelakunya.

Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni didampingi Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu SE dan Kasatintelkam AKP Suwartoyo mengimbau, masyarakat  yang akan menyetorkan uang dalam jumlah besar supaya meminta bantuan pengawalan polisi.


Read More

Nuridin kurir Ganja berhasil ditangkap

TEGAL - Sat Narkoba Polresta Tegal menangkap Nuridin 30th alamat jl. Kol Sudiarto gg I/22 Panggung Kota Tegal, seorang kurir ganja setelah selama hampir 3 bulan melakukan pengintaian.

Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni didampingi Kasat Narkoba AKP Teguh Riyanto SE mengatakan, ''Kami cukup lama mendapat informasi ada seorang warga yang menjadi kurir ganja. Berawal dari laporan tersebut, personel Sat Narkoba terus melakukan pengintaian. Dan akhirnya benar-benar ada bukti pelaku yang dicurigai membawa ganja''.

Tersangka ditangkap tanggal 9/10, setelah ada informasi pelaku akan mengirim ganja kepada seorang pembeli di Tegal Barat. Begitu terjadi transaksi di Jl. Mbah Bujang, dua personel Sat Narkoba yang sudah lama mengintai langsung menangkapnya.

Namun saying pada saat penangkapan Nuridin, calon pembelinya berhasil melarikan diri ke gang sempit di sekitar jalan tersebut. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti ganja seberat 1,55 gram.

Selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Mapolresta Tegal untuk diperiksa oleh Sat Narkoba.

Read More

Video Penyergapan Teroris di Solo










Read More

Nama 5 Tersangka Teroris yang Dibekuk & Tewas

DetikNews- Polisi berhasil membekuk 5 orang tersangka teroris di sebuah rumah di Solo, Jawa Tengah. 4 Orang tewas dan 1 orang luka-luka.

"Ini kebesaran Allah di akhir Ramadan ini. Kita telah mendapatkan tersangka teroris," kata Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2009).

Keempat orang yang tewas adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo alias Adib, Aryo Sudarso alias Aji dan Noordin M Top. "Ini belum berakhir karena masih ada tersangka yang belum tertangkap," kata BHD.

Sementara satu perempuan yang merupakan istri Susilo, Munaroh (sebelumnya ditulis Putri Munawaroh) ditangkap. Kondisi perempuan hamil itu terluka parah.

"Sekarang ada di RS Polri," kata BHD.
Read More

Perampokan Bersenjata di Magelang

Perampokan terjadi di Jl Magelang-Jogja km 7 tepatnya di Desa Gulon Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, kemarin. Tiga korban tewas di tempat dengan luka tembak di kepala akibat diberondong peluru.
Ketiga korban adalah penumpang mobil Isuzu Panther berwarna biru tua No. Pol. : B 8339 MW. Salah satu korban adalah anggota Brimob Polda DIY, Bripda Mardiono, sementara dua lainnya karyawan perusahaan jasa pengiriman uang PT Kelola Jasa Artha, Agus Sutrisno warga Kebumen dan Arif Wirahadi warga Tegalrejo Kabupaten Magelang.


Kejadian ini bermula saat para penumpang mobil Isuzu panter meluncur dari arah Magelang menuju Jogjakarta. Diketahui, mobil tersebut mengangkut brankas yang berisikan uang tunai yang baru saja diambil dari Bank Danamon di Kabupaten Magelang.
Namun sekitar pukul 16.30 saat mobil melaju di kawasan Gulon Salam, dari arah belakang muncul sebuah mobil APV berwarna hitam dengan plat nomor AB (Jogjakarta).
Mobil tersebut, lantas menempel mobil panter, kemudian menghujaninya dengan tembakan. "Saya mendengar bunyi tembakan berulang kali, tapatnya tidak tahu Mas, banyak banget kok," jelas Haryono, 45th, saksi mata.
Setelah mendengar bunyi tembakan, tiba-tiba mobil Panter oleng dan menabrak sebuah tiang telepon yang berada di sebelah jembatan Kali Senowo. Tak berselang lama, setelah mobil menabrak tiang telepohone, Haryono, yang berada sekitar 50 meter dari tempat kejadian melihat, pelaku keluar dari dalam mobil APV. Dia merinci jika laki-laki yang keluar tersebut mengenakan pakaian layaknya polisi. Dia terlihat membuka pintu mobil belakang dan depan.
"Dia membuka pintu sopir, sopir langsung terkulai keluar, kemudian membuka pintu tengah diteruskan membuka pintu belakang. Tidak ada yang dilakukannya selain membuka dan melihat isi mobil. Kemudian ia naik lagi ke mobil APV dan meluncur ke arah Jogja," terangnya.
Awalnya dia mengira jika orang yang kelura dari mobil APV tersebut, adalah polisi yang hendak memberikan bantuan, namun dia sendiri terkejut ketika melihat oknum tersebut meninggalkan korban dalam keadaan seperti itu.

Mobil ditinggalkan dengan posisi pintu sopir, pintu tengah kanan dan pintu belakang terbuka, sementara posisi sopir terkulai keluar. Di bangku belakang terlihat brankas uang yang masih tergembok.
Dari bekas yang terlihat di mobil dan kondisi korban menunjukkan adanya tembakan yang diberondongkan. Baik sopir, polisi yang di sebelahnya dan karyawan yang di bangku belakang tewas dengan luka tembak di kepala. Kaca pintu kiri mobil korban pecah serta kaca depan terdapat beberapa lubang bekas terkena peluru.

Diperkirakan orang berpakaian mirip polisi itu adalah salah satu pelaku yang sedang mencari brankas uang di mobil korban. Namun, kemungkinan mengetahui brankas di mobil itu berada di bangku belakang dipasang permanent dengan mobil, pelaku segera meninggalkan karena merasa tak mungkin mengambilnya. Brankas di bangku belakang itu ditinggalkan dalam kondisi gembok masih terpasang.
Polisi yang datang sekitar sekitar 15 menit kemudian segera melakukan olah TKP. Aparat diterjunkan dari Polres Magelang dan Polwil Kedu segera mengamankan lokasi dengan memasang police line.


Dari dalam mobil korban, polisi menemukan banyak selongsong peluru yang menandakan ada kemungkinan dari pihak korban sempat melakukan tembakan perlawanan.
Radar Semarang sempat bertemu dengan seorang karyawan PT Kejar yang datang ke lokasi. Ia mengatakan mobil yang diduga hendak dirampok itu membawa uang yang diambil dari Bank Danamon Magelang dan hendak dibawa ke PT Kejar Jogja. Namun, ia tidak bersedia menyebut besarnya uang yang dibawa.
Para korban selanjutnya dibawa ke RSU Muntilan sekitar pukul 17.00. Sementara hingga berita ini diturunkan polisi masih berada di lokasi mobil korban melakukan penyelidikan.
Kapolwil Kedu Kombes Pol Agus Sofyan Abadi yang terjun ke lokasi mengaku belum bisa memberikan keterangan. "Silakan lihat kondisi di lokasi seperti ini. Kami juga masih melakukan penyelidikan," ujarnya singkat.

Read More

Polisi Bekuk 3 Tersangka Pemilik 15 Kg Bahan Peledak

Jakarta, DetikNews - Direktorat Kepolisian Perairan Polda Metro Jaya membekuk tiga tersangka yang membawa bahan peledak di jalur masuk Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Barat.
Sedikitnya 15 kg bahan peledak disita dari tangan tersangka.

"Direktorat Kepolisian Perairan mengamankan tiga orang tersangka M (30), (20), A (30) di atas perahu di jalur masuk Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Barat," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/9/2009).

Sementara Direktur Kepolisian Perairan Polda Metro Jaya AKBP Edison mengatakan, dalam aksinya, para tersangka menggunakan perahu yang biasa digunakan oleh nelayan.

"Bahan peledak itu digunakan untuk menangkap ikan dengan cara diledakan di dalam air di perairan Tanjung Karang sampai Sedari," imbuhnya.

Selain itu, petugas juga menyita 13 kantong plastik ukuran 1 kg pottasium, 2 kg serbuk abu-abu, 20 sumbu, 7 botol plastik dan 2 korek api.

"Akan diusut kalau memang ada dugaan teroris," kata Edison.

Pelaku akan dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Read More

Nekat Curi Motor Untuk Beli Susu

Pekalongan, CyberNews. Ekonomi keluarga kadang membuat orang nekat berbuat jahat, terutama yang ekonomi rumah tangganya pas-pasan atau bahkan kekurangan.

Seperti yang terjadi pada Saefudin alias Udin 21th, bertempat tinggal di Sapuro Gang 2, Pekalongan Barat yang setiap hari menjadi tukang parkir di Jalan Dr Cipto. Karena tidak punya uang untuk membeli susu anaknya, dia nekat mencuri sepeda motor milik Kristian, pengunjung di salah satu warnet di sekitar tempat kerjanya.

Aksi pencurian yang dilakukan tersangka cukup unik, yakni menuntun sepeda motor korban sampai jauh dari tempat kerjanya. Di tengah jalan, dia mencegat pengendara motor dan meminta bantuan supaya motornya didorong pengendara motor dari belakang sampai ke Kelurahan Baros. Di tempat itu, sepeda motor Honda Mega Pro H-2877 HE milik korban di parkir ke penitipan sepeda motor.

Selanjutnya, tersangka menghubungi Abdul Ghofur 25th, alamat Moga, Pemalang supaya datang ke Kota Pekalongan untuk mengambil motor curian. Setelah itu, keduanya pergi ke Moga untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi.

"Saya yakin, setelah pencurian itu saya pasti dicari polisi," tandasnya.

Namun lebih kurang dua hari di Moga, Udin sudah tidak betah dan minta pulang ke Kota Pekalongan. Dia sangat kangen bertemu dengan anak istrinya sehingga tidak peduli jika ditangkap polisi. "Ternyata benar, tak lama pulang ke rumah saya ditangkap polisi," tandasnya.

Kapolresta Pekalongan AKBP Dr Aris Budiman MSI melalui Kasat Reskrim AKP Purwanto menjelaskan, mendengar ada pencurian sepeda motor di Jalan dr Cipto, tim buru sergap (buser) langsung melakukan penyelidikan. Mereka curiga, setelah kejadian itu beberapa tukang parkir di jalan itu menghilang. Setelah dilacak ke sejumlah tempat, akhirnya diketahui kalau yang mencuri motor korban adalah Saefudin.

"Dia tertangkap saat sedang naik motor curiannya di daerah Kedungwuni, Senin malam," tandasnya.

Dari hasil pengembangan kasus itu, tim buser lalu mencari keberadaan Abdul Ghofur yang dianggap membantu tidak kejahatan yang dilakukan tersangka. Lebih kurang 24 jam lamanya, teman Saefudin yang sempat mengusulkan agar motor curian tersebut diganti warna ditangkap tim buser Polresta Pekalongan.
Read More