Polres Pekalongan Kota – Sabtu, 21 Nopember 2013 pukul 09.00 Unit Reskrim Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota telah berhasil mengungkap kejadian pelaku Curas. Polres Pekalongan Kota Ungkap kasus kejadian curas
Polres Pekalongan Kota – Sabtu, 21 Nopember 2013 pukul 09.00 Unit Reskrim Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota telah berhasil mengungkap kejadian pelaku Curas. PNS tewas dirampok
Polisi Bongkar Sindikat Penipuan
"Mereka kelompok penipuan lewat telepon atau SMS (pesan singkat)," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Polda Metro, Kamis (22/4/2010).
Boy menjelaskan, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan warga yang mencurigai rumah itu. Tersangka yang ditangkap adalah HZ, AM, MZ, MH, RS, BS, NS, HS, RSL, ZN, HR, IB, MS, ND, dan DK. Mereka memiliki peran masing-masing mulai dari pimpinan, yaitu HS, operator yang menghubungi korban, hingga operator penerima telepon dari korban.
Barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp 3,4 juta, 32 ponsel berbagai jenis, 24 kartu ATM dan tujuh buku tabungan dari berbagai bank, kartu ponsel dari provider Telkomsel, Flexi, dan Esia untuk menghubungi korban, serta 107 buku berisi nomor-nomor yang sudah dihubungi.
Modus yang digunakan yaitu operator gadungan menghubungi calon korban lalu mengatakan bahwa calon korban mendapatkan hadiah Rp 10 juta. Kemudian, operator meminta calon korban menghubungi suatu nomor telepon. "Mereka menggunakan nomor Flexi sehingga seolah-olah nomor kantor resmi," ungkap Boy.
Kemudian, saat korban menghubungi nomor yang diberikan, operator gadungan meyakinkan calon korban telah mendapatkan uang Rp 10 juta. Operator lalu menanyakan tabungan apa yang dimiliki oleh calon korban dan memerintahkan ke ATM terdekat dengan alasan mengecek kiriman uang.
Setelah di mesin ATM, operator lalu memerintahkan calon korban untuk mengikuti apa yang dia katakan. Tanpa disadari, korban telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening tersangka. "Uang kiriman itu lalu diambil HS pada saat itu juga, kemudian dibagi-bagi ke operator," ungkapnya.
Poldasu tangkap tersangka teroris
"Masih dalam proses pengembangan, bekerja sama antara Mabes Polri dan Polda Sumatra Utara beserta jajarannya " katanya.
"Namun akan sangat tergantung pada pengembangan yang dilakukan oleh Mabes Polri dan Polda Sumatra Utara," tambahnya.
"Tentu untuk menelusuri lebih jauh lagi, harus menunggu hasil pemeriksaan tim Polda Sumatra Utara dan tim Mabes Polri," ujar Baharuddin.
"Diidentifikasikan sementara ini pada saat itu terkena tembakan di Nangroe Aceh Darussalam," kata jurubicara Polda Sumut.
"Lebih banyak dari Jawa dan ada salah satu yang berasal dari Lampung."
"Ada yang janggal atau aneh pada saat patroli melihat mobil mereka di jalan. Mereka berhenti di tempat yang tidak semestinya," katanya.
Mabes Akan Pidanakan Susno
“Ini merupakan tindakan melanggar hukum, penghinaan, dan penistaan kepada lembaga Polri dan perwira Polri, termasuk penyidiknya,” kata Edward dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/3). Jumpa pers ini khusus untuk menanggapi tudingan Susno. Hadir dalam kesempatan itu, Wakabareskrim Irjen Pol. Dikdik Maulana dan penyidik kasus Gayus Tambunan, PNS Ditjen Pajak.
Menurut Edward, Mabes Polri sedang menyiapkan langkah-langkah hukum untuk menghadapi tudingan Susno tersebut. Kepada perwira tinggi Polri yang namanya disebut Susno sebagai markus, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk mengambil langkah hukum.
“Untuk itu Polri menyiapkan langkah-langkah, Divisi Pembinaan Hukum meminta pertanggungjawaban atas pernyataan itu. Kepada pati Polri yang disebut namanya oleh Pak Susno, dipersilakan melakukan upaya hukum sendiri, karena namanya telah diserang,” ujarnya.
“Ya sudah (dilaporkan), pencemaran nama baik dan fitnah (laporannya),” ujar Edmon usai membuat laporannya di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jln. Trunojoyo Jaksel.
“Susno punya bukti dan fakta hukum merupakan input positif. Kita mengacungi jempol terhadap keberanian Susno. Sebaliknya menyayangkan dengan tidak diimbangi sikap ksatria memenuhi pemanggilan Mabes Polri, supaya dia tidak hanya berani menyampaikan di luar, tapi juga di dalam,” kata anggota Kompolnas Novel Ali.
“Satgas atau Susno melaporkan kepada kita. Kalau hanya omongan saja kita tidak bisa dong, kerjaan KPK banyak,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto di KPK, Jln. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.
(sumber: galamedia)
Kapolri: teroris ancam pejabat
"Ada perubahan dari mereka, yaitu perubahan pada sasaran. Sasarannya tentu yang dianggap thoghut, kayak kita-kita ini, apakah Polri, TNI, atau aparat pemerintah. Itu sah dijadikan sasaran mereka," kata Kapolri kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, hari Rabu.
Dua tersangka menyerah
Sejauh ini polisi masih mencari tersangka lainnya yang belum tertangkap. "Hingga saat ini kita masih mengejar, 12 orang lagi yang masuk dalam DPO," ujar Kapolri. DPO adalah Daftar Pencarian Orang yang dianggap masih buronan tindak kriminal oleh kepolisian.
Sumber : BBC
14 orang sebagai tersangka kasus penganiayaan diduga Dukun Santet
Diduga Dukun Santet Tewas Dikeroyok Massa
Kejadian pada hari Jumat 27/11, saat kecurigaan warga setelah Warsono 35th sakit perut selama beberapa bulan tidak sembuh-sembuh, mereka menduga kalu Warsono kena guna-guna dari korban. Berawak dari itu sekitar 25 orang warga setempat melakukan pengeroyokan dan memukuli korban hingga tewas dengan luka disekujur tubuh korban. Tidak hanya itu rumah korban juga dirusak sehingga istri dan anaknya mengungsi ke rumah keluarganya di cilacap.
Setelah kejadian, jenasah korban dikuburkan ditengah hutan oleh pengeroyoknya.
Kasat reskriml Polres Brebes, AKP Sugeng mengatakan " Kasus ini baru tdilaporkan pada hari sabtu malam". Dari hasil penyelidikan, segera dilakukan pembongkaran kuburan mulai pukul 24.00 wib dan berakhir 03.00 wib dan membawa mayat korban ke RSUD Brebes untuk diotopsi.
Tim Forensik Polda Jateng dipimpin dr Setyo Trisnadi SPF, tiba di kamar mayat RSUD Brebes sekitar pukul 10.45 wib, dan mulai melakukan otopsi jenazah korban sekitar pukul 11.00 wib.
Dari hasil pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan banyak luka. Namun, luka terparah terdapat pada bagian kepala. Luka itu terjadi akibat pukulan benda tumpul.
Perampokan Nasabah BRI
Awal mula kejadian saat Rukun Santoso mengambil uang Rp 130 juta yang dimasukkan dalam tas dari BCA Pekalongan untuk disetor ke BRI Jl Gajahmada Pekalongan menggunakan mobik box No. Pol. G-6847-KB. Sesampai di lokasi saat mebuka pintu mobil, tiba-tiba ada 2 orang tak dikenal berusaha merebut tas berisi uang yang dibawanya sehingga terjadi tarik-menarik yang menyebabkan uang berhamburan. Akibatnya salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api dari balik bajunya dan menembakkannya kearah kaki kirinya, belum puas dengan tembakannya pelaku kembali menembakkan senjatanya kearah dahi korban kemudian mengambil sebagian uang yang tercecer dan melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor kearah barat.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri serta dahi, dan saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Rahayu Pekalongan.
Menurut keterangan saksi Dimas Arga 25th pegawai administrasi BRI Kantor Kas Gajahmada dimana tempat duduknya langsung mengarah kelokasi kejadian, ia mendengar letusan dan melihat korban terjatuh.
Kejadian ini masih dalam penyelidikan jajaran Polresta Pekalongan, Kapolresta Pekalongan AKBP Dr Aris Budiman MSI didampingi Kasat Reskrim AKP Purwanto menjelaskan.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, diperkirakan korban sudah diikuti oleh dua perampok sejak dari BCA. Terbukti, begitu turun dari mobil mereka langsung berusaha merebut tas korban. Pelaku tidak sempat membawa semua uang korban, sedangkan uang yang tertinggal di tempat kejadian sebesar Rp 78.500.000.
Kasus Bapak banting anaknya
Setelah menjadi buron Sat Reskrim Polresta Pekalongan, akhirnya pekalu dapat ditangkap di Jakarta pada hari minggu 15/11.
Saat ini pelaku masih dalam penyidikan Sat Reskrim Polresta Pekalongan, disamping 2 saksi yaitu Priyono 34th dan Tri Purwanto 23th yang merupakan adik tersangka.
Sedangkan menurut kesaksian Priyono, saat tersangka di Tegal, dia mengirim SMS yang intinya dia ingin bertemu dengannya. Kemudian, dia segera ke Tegal dan bertemu tersangka di Pasar Burung. Dalam kesempatan itu tersangka menceritakan kejadian yang sebenarnya dan keinginannya untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Adapun adiknya Tri juga ke Tegal dan memberikan uang serta pakaian.
Kasat Reskrim Polresta Pekalongan AKP Purwanto mengatakan tersangka telah melanggar Pasal 351 ayat 3 KUHP yaitu tentang tindak kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Perampok nasabah BCA tertangkap
Slamet Haryono 34th, beralamat di perumahan Griya Bahari Sentosa RT 4 / 7, Dampyak Kramat Kabupaten Tegal berasal dari Surabaya dan belum lama tinggal di tegal adalah salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Tegal. Selama ini ia bekerja sebagai tukang parkir di depan toko buku Rakyat jl. P Diponegoro Tegal, sehingga tahu persis seluk beluk aktifitas toko buku tersebut.
Sebelum melakukan aksinya, dia sempat membelikan buku gambar seharga Rp 1.500 untuk anaknya di toko buku itu kebetulan dia mendengar informasi bahwa salah seorang karyawan toko membawa uang banyak untuk disetorkan ke Bank BCA di Jl AR Hakim.
Begitu selesai membelikan buku dia bergegas keluar dan melihat karyawan toko dimaksud sedang berjalan ditrotoar dekat pertigaan Gili Tugel, dia langsung memepet korban sedangkan adiknya turun dari sepeda motor dan menyambar tas ransel berisi uang namun gagal karena korban melawan.
Karena situasi kurang menguntungkan, dia dan adiknya dengan anaknya yang masih kecil, tancap gas ke arah selatan dan masuk ke gang samping selatan Jl Merak kemudian berbelok ke utara masuk Jl Cendrawasih hingga Jl Jenderal Sudirman. Disitu dia menurunkan anaknya dan sepeda motor ditinggalkan dipinggir jalan.
’’Kami menerima laporan beberapa jam setelah kasus penjambretan yang gagal, ada penemuan sepeda motor. Dari penemuan motor inilah, akhirnya pelaku penjambretan dapat diketahui identitasnya. Karena banyak saksi, sepeda motor milik Slamet sering parkir di depan toko buku Rakyat’’ ucap Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu SE.
Perampok gagal melakukan aksinya
Kawanan perampok gagal melaksanakan aksinya karena korban melakukan perlawanan dibantu oleh masyarakat yang kebetulan melihat kejadian itu.
Kejadian bermula saat seorang karyawan toko ’’RAKYAT’’ Jl P Diponegoro, bernama Sunahaeni 50th membawa uang sebanyak Rp 31 juta milik Sunarto 58th sebagai pemilik toko yang akan disetorkan ke BCA.
Setiba di Jl AR Hakim kurang lebih 50 meter dari BCA tiba-tiba dari arah utara datang sepeda motor Honda Mega Pro warna hitam dan Yamaha Jupiter Z warna merah metalik, dan salah satu pembonceng sepeda motor mega pro menyambar tas ransel yang berisi uang.
Namun karena kuatnya tangan korban memegang tas, membuat pengendara mega pro kesulitan dan oleng sehingga menyebabkan korban jatuh. Walaupun jatuh terseungkur di aspal namun korban sempat berteriak-teriak minta pertolongan pada pengguna jalan yang kebetulan ramai.
Mengetahui aksinya diketahui oleh masyarakat yang berdatangan, pelaku langsung melarikan diri dengan berpencar, sementara itu uangyang dimasukkan dalam tas berserakan dijalan.
Setelah menrrima laporan, sejumlah personel Unit Resmob dan Unit II Satreskrim dipimpin Aiptu Yasana melakukan pengejaran, namun tidak menemukan jejak pelakunya.
Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni didampingi Kasatreskrim AKP Willer Napitupulu SE dan Kasatintelkam AKP Suwartoyo mengimbau, masyarakat yang akan menyetorkan uang dalam jumlah besar supaya meminta bantuan pengawalan polisi.
Nuridin kurir Ganja berhasil ditangkap
TEGAL - Sat Narkoba Polresta Tegal menangkap Nuridin 30th alamat jl. Kol Sudiarto gg I/22 Panggung Kota Tegal, seorang kurir ganja setelah selama hampir 3 bulan melakukan pengintaian.
Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni didampingi Kasat Narkoba AKP Teguh Riyanto SE mengatakan, ''Kami cukup lama mendapat informasi ada seorang warga yang menjadi kurir ganja. Berawal dari laporan tersebut, personel Sat Narkoba terus melakukan pengintaian. Dan akhirnya benar-benar ada bukti pelaku yang dicurigai membawa ganja''.
Tersangka ditangkap tanggal 9/10, setelah ada informasi pelaku akan mengirim ganja kepada seorang pembeli di Tegal Barat. Begitu terjadi transaksi di Jl. Mbah Bujang, dua personel Sat Narkoba yang sudah lama mengintai langsung menangkapnya.
Namun saying pada saat penangkapan Nuridin, calon pembelinya berhasil melarikan diri ke gang sempit di sekitar jalan tersebut. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti ganja seberat 1,55 gram.
Selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Mapolresta Tegal untuk diperiksa oleh Sat Narkoba.
Nama 5 Tersangka Teroris yang Dibekuk & Tewas
"Ini kebesaran Allah di akhir Ramadan ini. Kita telah mendapatkan tersangka teroris," kata Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2009).
Keempat orang yang tewas adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo alias Adib, Aryo Sudarso alias Aji dan Noordin M Top. "Ini belum berakhir karena masih ada tersangka yang belum tertangkap," kata BHD.
Sementara satu perempuan yang merupakan istri Susilo, Munaroh (sebelumnya ditulis Putri Munawaroh) ditangkap. Kondisi perempuan hamil itu terluka parah.
"Sekarang ada di RS Polri," kata BHD.
Perampokan Bersenjata di Magelang
Perampokan terjadi di Jl Magelang-Jogja km 7 tepatnya di Desa Gulon Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, kemarin. Tiga korban tewas di tempat dengan luka tembak di kepala akibat diberondong peluru.
Ketiga korban adalah penumpang mobil Isuzu Panther berwarna biru tua No. Pol. : B 8339 MW. Salah satu korban adalah anggota Brimob Polda DIY, Bripda Mardiono, sementara dua lainnya karyawan perusahaan jasa pengiriman uang PT Kelola Jasa Artha, Agus Sutrisno warga Kebumen dan Arif Wirahadi warga Tegalrejo Kabupaten Magelang.
Kejadian ini bermula saat para penumpang mobil Isuzu panter meluncur dari arah Magelang menuju Jogjakarta. Diketahui, mobil tersebut mengangkut brankas yang berisikan uang tunai yang baru saja diambil dari Bank Danamon di Kabupaten Magelang.
Namun sekitar pukul 16.30 saat mobil melaju di kawasan Gulon Salam, dari arah belakang muncul sebuah mobil APV berwarna hitam dengan plat nomor AB (Jogjakarta).
Mobil tersebut, lantas menempel mobil panter, kemudian menghujaninya dengan tembakan. "Saya mendengar bunyi tembakan berulang kali, tapatnya tidak tahu Mas, banyak banget kok," jelas Haryono, 45th, saksi mata.
Setelah mendengar bunyi tembakan, tiba-tiba mobil Panter oleng dan menabrak sebuah tiang telepon yang berada di sebelah jembatan Kali Senowo. Tak berselang lama, setelah mobil menabrak tiang telepohone, Haryono, yang berada sekitar 50 meter dari tempat kejadian melihat, pelaku keluar dari dalam mobil APV. Dia merinci jika laki-laki yang keluar tersebut mengenakan pakaian layaknya polisi. Dia terlihat membuka pintu mobil belakang dan depan.
"Dia membuka pintu sopir, sopir langsung terkulai keluar, kemudian membuka pintu tengah diteruskan membuka pintu belakang. Tidak ada yang dilakukannya selain membuka dan melihat isi mobil. Kemudian ia naik lagi ke mobil APV dan meluncur ke arah Jogja," terangnya.
Awalnya dia mengira jika orang yang kelura dari mobil APV tersebut, adalah polisi yang hendak memberikan bantuan, namun dia sendiri terkejut ketika melihat oknum tersebut meninggalkan korban dalam keadaan seperti itu.
Mobil ditinggalkan dengan posisi pintu sopir, pintu tengah kanan dan pintu belakang terbuka, sementara posisi sopir terkulai keluar. Di bangku belakang terlihat brankas uang yang masih tergembok.
Dari bekas yang terlihat di mobil dan kondisi korban menunjukkan adanya tembakan yang diberondongkan. Baik sopir, polisi yang di sebelahnya dan karyawan yang di bangku belakang tewas dengan luka tembak di kepala. Kaca pintu kiri mobil korban pecah serta kaca depan terdapat beberapa lubang bekas terkena peluru.
Diperkirakan orang berpakaian mirip polisi itu adalah salah satu pelaku yang sedang mencari brankas uang di mobil korban. Namun, kemungkinan mengetahui brankas di mobil itu berada di bangku belakang dipasang permanent dengan mobil, pelaku segera meninggalkan karena merasa tak mungkin mengambilnya. Brankas di bangku belakang itu ditinggalkan dalam kondisi gembok masih terpasang.
Polisi yang datang sekitar sekitar 15 menit kemudian segera melakukan olah TKP. Aparat diterjunkan dari Polres Magelang dan Polwil Kedu segera mengamankan lokasi dengan memasang police line.
Dari dalam mobil korban, polisi menemukan banyak selongsong peluru yang menandakan ada kemungkinan dari pihak korban sempat melakukan tembakan perlawanan.
Radar Semarang sempat bertemu dengan seorang karyawan PT Kejar yang datang ke lokasi. Ia mengatakan mobil yang diduga hendak dirampok itu membawa uang yang diambil dari Bank Danamon Magelang dan hendak dibawa ke PT Kejar Jogja. Namun, ia tidak bersedia menyebut besarnya uang yang dibawa.
Para korban selanjutnya dibawa ke RSU Muntilan sekitar pukul 17.00. Sementara hingga berita ini diturunkan polisi masih berada di lokasi mobil korban melakukan penyelidikan.
Kapolwil Kedu Kombes Pol Agus Sofyan Abadi yang terjun ke lokasi mengaku belum bisa memberikan keterangan. "Silakan lihat kondisi di lokasi seperti ini. Kami juga masih melakukan penyelidikan," ujarnya singkat.
Polisi Bekuk 3 Tersangka Pemilik 15 Kg Bahan Peledak
Jakarta, DetikNews - Direktorat Kepolisian Perairan Polda Metro Jaya membekuk tiga tersangka yang membawa bahan peledak di jalur masuk Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Barat.
Sedikitnya 15 kg bahan peledak disita dari tangan tersangka.
"Direktorat Kepolisian Perairan mengamankan tiga orang tersangka M (30), (20), A (30) di atas perahu di jalur masuk Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Barat," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/9/2009).
Sementara Direktur Kepolisian Perairan Polda Metro Jaya AKBP Edison mengatakan, dalam aksinya, para tersangka menggunakan perahu yang biasa digunakan oleh nelayan.
"Bahan peledak itu digunakan untuk menangkap ikan dengan cara diledakan di dalam air di perairan Tanjung Karang sampai Sedari," imbuhnya.
Selain itu, petugas juga menyita 13 kantong plastik ukuran 1 kg pottasium, 2 kg serbuk abu-abu, 20 sumbu, 7 botol plastik dan 2 korek api.
"Akan diusut kalau memang ada dugaan teroris," kata Edison.
Pelaku akan dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Nekat Curi Motor Untuk Beli Susu
Seperti yang terjadi pada Saefudin alias Udin 21th, bertempat tinggal di Sapuro Gang 2, Pekalongan Barat yang setiap hari menjadi tukang parkir di Jalan Dr Cipto. Karena tidak punya uang untuk membeli susu anaknya, dia nekat mencuri sepeda motor milik Kristian, pengunjung di salah satu warnet di sekitar tempat kerjanya.
Aksi pencurian yang dilakukan tersangka cukup unik, yakni menuntun sepeda motor korban sampai jauh dari tempat kerjanya. Di tengah jalan, dia mencegat pengendara motor dan meminta bantuan supaya motornya didorong pengendara motor dari belakang sampai ke Kelurahan Baros. Di tempat itu, sepeda motor Honda Mega Pro H-2877 HE milik korban di parkir ke penitipan sepeda motor.
Selanjutnya, tersangka menghubungi Abdul Ghofur 25th, alamat Moga, Pemalang supaya datang ke Kota Pekalongan untuk mengambil motor curian. Setelah itu, keduanya pergi ke Moga untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi.
"Saya yakin, setelah pencurian itu saya pasti dicari polisi," tandasnya.
Namun lebih kurang dua hari di Moga, Udin sudah tidak betah dan minta pulang ke Kota Pekalongan. Dia sangat kangen bertemu dengan anak istrinya sehingga tidak peduli jika ditangkap polisi. "Ternyata benar, tak lama pulang ke rumah saya ditangkap polisi," tandasnya.
Kapolresta Pekalongan AKBP Dr Aris Budiman MSI melalui Kasat Reskrim AKP Purwanto menjelaskan, mendengar ada pencurian sepeda motor di Jalan dr Cipto, tim buru sergap (buser) langsung melakukan penyelidikan. Mereka curiga, setelah kejadian itu beberapa tukang parkir di jalan itu menghilang. Setelah dilacak ke sejumlah tempat, akhirnya diketahui kalau yang mencuri motor korban adalah Saefudin.
"Dia tertangkap saat sedang naik motor curiannya di daerah Kedungwuni, Senin malam," tandasnya.
Dari hasil pengembangan kasus itu, tim buser lalu mencari keberadaan Abdul Ghofur yang dianggap membantu tidak kejahatan yang dilakukan tersangka. Lebih kurang 24 jam lamanya, teman Saefudin yang sempat mengusulkan agar motor curian tersebut diganti warna ditangkap tim buser Polresta Pekalongan.
Sosial Media
Paling Dibaca
-
Gas air mata , istilah yang digunakan untuk menyebut gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata da...
-
Introduction This guide is primarily written for those who are new to HF tube-type amps, or anyone who wishes to get the most out a Linear a...
-
Carrier Operated Squelch or Carrier Operated Switch (COS) formerly known as Carrier Operated Relay (COR). Functions a COR like a control in ...
-
Do you have an interest in converting one of these, this ATX PS board has leads for +5 (RED), -5 (WHITE), +12 (YELLOW), -12 (BLUE) volts, Gr...
-
Switching power supply, seperti dalam skema, dengan keluaran tegangan 12 volt, maksimal 10 ampere. Rangkaian powe suply ini menggunakan tra...
-
Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/756/X/2005, tentang Pengesahan Pemakaian Logo Densus 88 Anti Teror, tanggal 18 Oktober 2...
-
This is an ongoing project. I needed a RIB to program some Motorola Radio. Instead of building a box for each radio I decided what I needed...
-
Jakarta - Kenaikan remunerasi (uang penghargaan) anggota Polri yang direncanakan mulai 1 April 2009 belum bisa terealisasi. Polri masih men...
-
Live 2D Java Satellite Tracking ...
-
Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap jaringan penipuan lewat telephone yang telah meraup miliaran rupiah dari para korbannya. Bermula d...

